Profil Kawasan
Taman Nasional Kutai
Melestarikan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur sejak 1995
Kawasan konservasi seluas 192,583.55 hektar
Lokasi Strategis
Terletak di jantung Kalimantan Timur dengan akses strategis dari Kota Bontang dan Samarinda.
Luas Kawasan
Mencakup area seluas 192,583.55 hektar dengan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah.
Tahun Ditetapkan
Secara resmi ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1995.
Status Perlindungan
Kawasan konservasi dengan status perlindungan tingkat nasional untuk melestarikan keanekaragaman hayati.
Tentang Taman Nasional Kutai
Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur merupakan satu-satunya taman nasional di Provinsi Kalimantan Timur dan menjadi benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati Kalimantan Timur. Dengan luas 192,583.55 hektar, TNK merupakan perwakilan hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan berperan penting sebagai water reservoir dan genetic reservoir.
1,200+
Spesies Flora800+
Spesies Fauna192.5K Ha
Luas Kawasan4
Spesies Mandat
Dasar Peraturan Pendirian
Landasan hukum yang menetapkan status Taman Nasional Kutai dari masa ke masa
Masa Kolonial Belanda
Bermula dari status Hutan Cadangan Suaka Margasatwa (Wildreservaat Koetai) berdasarkan Surat Penetapan GB Nomor: 3843/2/1934 oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Penetapan Sebagai Taman Nasional
Diresmikan melalui Keputusan Menteri Kehutanan pada 29 Juni 1995, yang menandai peringatan 30 tahun status taman nasionalnya pada tahun 2025.
Undang-Undang Konservasi
Pengelolaan merujuk pada Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Peraturan Terbaru
Peraturan Menteri LHK Nomor 17 Tahun 2022 mengenai organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis.
Penetapan Batas Terbaru
Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 548 tahun 2024 tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dengan luasan menjadi 192,583.55 Ha.
Fungsi Utama
Tiga pilar fungsi kawasan konservasi berdasarkan undang-undang
Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan
Menjaga stabilitas tata air, iklim makro, dan mencegah bencana alam di wilayah sekitar Kalimantan Timur.
Pengawetan Keanekaragaman Hayati
Menjadi rumah bagi ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dan spesies endemik seperti Orangutan Morio, Bekantan, dan Beruang Madu.
Pemanfaatan Secara Lestari
Menyediakan jasa lingkungan berupa wisata alam, sumber daya hayati yang tidak diekstraksi secara merusak, serta penyimpanan karbon.
Tujuan Pendirian
Misi strategis dan tujuan spesifik penetapan kawasan konservasi
Pelestarian Ekosistem
Melindungi kekayaan flora (seperti pohon Ulin terbesar di dunia) dan fauna langka agar tetap lestari di habitat aslinya.
Pusat Ilmu Pengetahuan
Menjadi media penelitian, pendidikan lingkungan, dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi institusi nasional maupun internasional.
Pariwisata Alam Berkelanjutan
Mengembangkan potensi wisata terbatas (ekowisata) untuk memberikan nilai manfaat ekonomi bagi daerah tanpa merusak integritas hutan.
Penyediaan Bahan Dasar
Menjadi cadangan bibit unggul dan bahan dasar obat-obatan herbal alami bagi kesejahteraan masyarakat.
Sistem Zonasi Kawasan (4 Zona)
Pengelolaan Taman Nasional Kutai menerapkan sistem zonasi 4 zona untuk mengoptimalkan fungsi konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
Zona Inti
Kawasan dengan perlindungan maksimal untuk pelestarian ekosistem dan spesies langka. Tidak diperbolehkan aktivitas manusia kecuali penelitian dan monitoring.
Zona Rimba
Zona penyangga dengan kegiatan terbatas untuk penelitian, pendidikan, dan pengamatan terbatas dengan izin khusus.
Zona Pemanfaatan
Area untuk ekowisata, fasilitas pengunjung, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat terbatas.
Zona Rehabilitasi
Wilayah yang sedang dalam proses pemulihan ekosistem akibat gangguan sebelumnya. Fokus pada restorasi dan revegetasi.
Spesies Mandat
Spesies mandat merupakan jenis tumbuhan dan satwa liar yang menjadi prioritas pengelolaan dan perlindungan berdasarkan tingkat ancaman, nilai konservasi, serta kebijakan nasional dan internasional.
Orangutan Kalimantan
Pongo pygmaeus morio
Kritis (Critically Endangered)Subspesies orangutan endemik Kalimantan Timur dengan populasi terbatas di TN Kutai.
Bekantan
Nasalis larvatus
Terancam (Endangered)Primata endemik Kalimantan dengan hidung panjang khas, hidup di hutan bakau dan riparian.
Banteng
Bos javanicus lowi
Rentan (Vulnerable)Subspesies banteng endemik Kalimantan, merupakan satwa penting dalam ekosistem padang rumput.
Beruang Madu
Helarctos malayanus
Rentan (Vulnerable)Beruang terkecil di dunia dengan lidah panjang untuk mengambil madu dan serangga.
Makna Logo
Filosofi dan makna di balik logo-logo yang merepresentasikan identitas kawasan
Logo Kementerian Kehutanan
Logo Taman Nasional Kutai
Tertarik untuk Mengetahui Lebih Lanjut?
Jelajahi informasi lengkap tentang Taman Nasional Kutai melalui halaman lainnya.