Total Foto
Dokumentasi visual Taman Nasional Kutai
Musang tenggalung, Vivera tangalunga adalah musang jenis ini sering dijumpai dan terekam dalam kamera trap (jebak) di kawasan Taman Nasional Kutai. Musang ini aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal). Sekilas penampakan dan ukuran tubuh musang ini seperti seekor anjing. Penciuman musang sangat tajam, sehingga ia mudah menemukan asal bau makanan/masakan, meskipun cukup jauh.
Ketersediaan pakan dalam satu kawasan merupakan faktor penting yang mendukung reproduksi perkembangbiakan orangutan liar di habitat alaminya. Orangutan memiliki siklus berkembangbiak paling lambat, karena induk betina orangutan harus mengasuh dan membesarkan anaknya selama 5-7 tahun hingga bisa mandiri dan survive di habitat alaminya. Tapi ada juga ketika anaknya masih dalam asuhan induknya, ada induk betina yang dikawini orangutan jantan.
Capung sambar hijau (Orthetrum sabina) ini mudah dijumpai dan tersebar di kawasan Taman Nasional Kutai. Capung ini hidup daerah berair dan terbuka seperti rawa, persawahan, embung, danau, pinggiran sungai dan hutan, tambak, semak, dan kebun. Capung ini memiliki warna loreng hitam dan hijau seperti seragam tentara dan sebagai kamuflase diantara semak dan rerumputan pada saat berburu mangsanya seperti lalat, lebah, kupu-kupu, dll.
Pekaka emas (Pelargopsis capensis) adalah salah satu burung dari keluarga Kingfisher/Raja Udang (Halcyonidae). Habitat burung ini sepanjang hilir hingga hulu sungai yang masih berhutan. Makanan burung ini ikan kecil, kepiting dan katak. Pada umum burung. Pekaka emas berkembang biak dengan cara bertelur (2-5 butir) dan membuat sarangnya pada pohon yang telah busuk/mati yang telah diselimuti sarang rayap dengan cara melubangi untuk menaruh dan mengerami telur serta membesarkan anak-anaknya sampai bisa terbang. Belum ada catatan berbiak tentang burung ini di Indonesia.
Mawar bersama anaknya sedang mencari makan di pohon Sengkuang (Dracontomelon dao). Mawar merupakan salah satu induk orangutan (Pongo pygmaeus ssp morio) yang berada di sekitar Prevab, Taman Nasional Kutai. Mawar memiliki beberapa anak yang telah survive dan mandiri hidup di kawasan hutan Taman Nasional Kutai. Orangutan merupakan maskot/ikon Taman Nasional Kutai.
Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik pulau Kalimantan. Bekantan hidup di hutan bakau, hutan rawa, dan sepanjang sungai-sungai di Kalimantan. Makanan bekantan berupa dedaunan, dan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar habitatnya. Perut buncit bekantan disebabkan oleh proses fermentasi daun berserat tinggi di dalam usus mereka. Bekantan menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 30 an ekor.
Babi ini dapat dikenali dari janggutnya yang khas. Babi ini ditemukan dalam hutan hujan dan hutan bakau/mangrove di Asia Tenggara (Sumatra, Kalimantan, semenanjung Malaysia). Babi berjanggut hidup berkelompok. Ia dapat bereproduksi sejak usia 18 bulan,.
Kalajengking, Heterometrus longimanus ini dijumpai di dalam kawasan Taman Nasional Kutai. Heterometrus longimanus adalah jenis kalajengking hutan Asia yang termasuk dalam famili Scorpionidae. Spesies ini mendiami hutan hujan yang lembab Asia Tenggara.
Tarantula Kalimantan, Cyriopagopus doriae ini adalah tarantula arboreal/terestrial dikenal sebagai spesies pemburu yang pemalu, aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal), dan membangun sarang/liang yang ditutupi oleh selaput pada lantai hutan. Tarantula ini mudah dijumpai di dalam kawasan Taman Nasional Kutai.
Burung sikatan ini sering dan mudah dijumpai di kawasan Taman Nasional. Sikatan melayu (Cyornis turcosus) adalah spesies burung dalam keluarga penangkap serangga (Muscicapidae). Burung sikatan ini tersebar di Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan.
Capung Vestalis ini adalah genus capung jarum (damselfly) dari famili Calopterygidae ini banyak dijumpai di kawasan Taman Nasional Kutai. Capung ini ini berukurang cukup besar namun ramping, dikenal dengan warna tubuh metalik dan sayap yang lebar. Serangga ini sering disebut sebagai Flashwings atau Forest Glories karena kilauan warna tubuh dan sayapnya saat terkena cahaya.
Loa, Ficus racemosa, adalah pohon tropis dalam famili Moraceae yang terkenal dengan buahnya yang tumbuh bergerombol langsung dari batang dan cabang besar (kauliflori). Ficus merupakan spesies kunci yang artinya memiliki peranan penting terhadap keseimbangan ekosistem. Jika spesies kunci punah maka akan mempengaruhi populasi spesies lainnya. Buah Ficus menjadi sumber pakan utama bagi banyak satwa penting seperti orangutan, burung enggang, dan monyet, terutama saat sumber makanan lain langka. Selain Ficus, Orangutan dan burung Enggang juga merupakan spesies kunci, karena mereka merupakan satwa yang menyebarkan biji yang berpengaruh terhadap kelestarian hutan.